Pembangunan SPALD-T Dimulai, Jadi Solusi Persoalan Limbah Perkotaan
Pembangunan SPALD-T Dimulai, Jadi Solusi Persoalan Limbah Perkotaan
PONTIANAK – Pekerjaan pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) telah dimulai. Kehadiran sistem ini diharapkan menjadi langkah penting dalam menjawab persoalan pengelolaan limbah domestik yang dihadapi masyarakat perkotaan.
SPALD-T merupakan sistem yang dirancang untuk mengumpulkan dan mengolah air limbah domestik melalui fasilitas pengolahan secara terpusat. Dengan sistem tersebut, pengelolaan limbah diharapkan dapat dilakukan secara lebih terencana, aman, dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, SPALD-T akan mencakup pembangunan dua Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), yakni IPAL Nipah Kuning dan IPAL Martapura.
Tahap pertama akan difokuskan pada pembangunan IPAL Nipah Kuning. Jika terealisasi sesuai rencana, fasilitas ini akan melayani wilayah Kecamatan Pontianak Barat, khususnya Kelurahan Sungai Beliung.
Sementara itu, IPAL Martapura berlokasi di Kelurahan Benua Melayu Laut. Fasilitas ini nantinya akan melayani sejumlah wilayah di Kecamatan Pontianak Selatan dan Pontianak Kota, meliputi Kelurahan Benua Melayu Laut, Benua Melayu Darat, Darat Sekip, Tengah, dan Mariana.
3.000 Sambungan Rumah Gratis
Sebagai tahap awal atau pilot project, pembangunan SPALD-T akan dilengkapi dengan 3.000 sambungan rumah secara gratis.
Program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus menjadi tahap awal penerapan sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat di Kota Pontianak.
Pembangunan SPALD-T sendiri merupakan pekerjaan jangka panjang yang direncanakan berlangsung selama lima tahun ke depan.
Satarudin, SH, MH menilai, apabila seluruh tahapan pembangunan dapat terealisasi dengan baik, SPALD-T akan menjadi salah satu solusi dalam menghadapi persoalan limbah di kawasan perkotaan.
Selain membantu meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan, sistem ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan permukiman yang lebih bersih dan sehat serta memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Keberhasilan program tersebut tentunya membutuhkan dukungan dan partisipasi berbagai pihak, sehingga pembangunan infrastruktur pengelolaan air limbah dapat berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi warga Kota Pontianak.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Related Articles